Umum

Cek syarat daftar penerima BPUM tahun 2021

Jika Anda ingin tahu apa saja syarat untuk daftar sebagai penerima BPUM tahun 2021, ini dia rinciannya!

Tahukah Anda syarat untuk daftar penerima bantuan BPUM tahun 2021? Ini syarat untuk mendaftar sebabagai penerima bantuan BPUM. Ikuti artikel ini hingga selesai jika ingin tahu cara cek kepesertaan Anda sebagai penerima BPUM. Sekaligus tips cara pengambilan dana BPUM.

Jika Anda punya suatu usaha, misalnya berdagang, buka warung, bengkel dan lain sebagainya, jangan lewatkan program bantuan modal dari pemerintah yaitu program BPUM. Program ini berlaku bagi seluruh warga negara Indonesia, tentunya dengan batas usia 18 tahun ke atas.

Apa saja kah syarat daftar penerima BPUM tahun 2021?

Jika anda punya suatu usaha, misalnya berdagang, buka warung, bengkel dan lain sebagainya, jangan lewatkan program bantuan modal dari pemerintah yaitu program BPUM. Barangkali anda termasuk yang mendaftar program bantuan ini, jika belum Anda bisa melakukan pendaftaran yaitu dengan datang lansung ke kantor koperasi di daerah tempat tinggal Anda. Atau bisa juga melalu kantor desa setempat. Pendaftaran gratis alias tidak bayar.

Syarat yang harus Anda lengkapi adalah :

  1. KTP
  2. Memiliki usaha, menyertakan foto tempat usaha
  3. Pastikan Anda bukan PNS, Aparat, atau pegawai di perusahaan pemerintah
  4. Tidak sedang nyicil KUR
  5. Bukan penerima bantuan BPUM sebelumnya.

Pastinya tidak ada yang sulit dengan syarat tersebut. Untuk tahun ini memasuki penyaluran bantuan BPUM tahap III. Untuk itu bagi yang belum mendaftar program bantuan BPUM ini segeralah mendaftar, sebelum keburu tutup.

Cara mengecek status penerimaan bantuan BPUM

Untuk cara mengetahui apakah Anda ada di daftar penerima BPUM ini, ada 2 cara yang bisa Anda lakukan

  1. Pertama, Anda bisa buka browser baik di hp atau laptop, lalu ketikkan https://eform.bri.co.id. Kemudian ikuti prosedurnya. Kalau nomor KTP Anda masuk dalam daftar penerima BPUM, akan ada notifikasi dengan latar berwarna hijau. Kalau nomor KTP Anda tidak terdaftar, notifikasi akan muncul dengan warna latar merah.
  2. Cara kedua yaitu dengan menginstal aplikasi BRI Mobile. Untuk masuk ke eform BRI Anda dapat mengikuti cara sebagai berikut:
Cek daftar penerima BPUM dengan BRI Mobile

Gambar di atas adalah tampilan antarmuka dari aplikasi BRI Mobile. Setelah Anda mendownload aplikasi tersebut, buka aplikasinya kemudian klik icon kanan atas. Kemudian tampilan akan berubah seperti gambar di bawah ini:

Tampilan e-form

Ini adalah tampilan untuk masuk ke halaman e-Form. Selanjutnya klik pada tulisan e-Form, dan Anda akan masuk ke halaman seperti yang ada di gambar berikut:

Halaman e-Form

Di halaman e-Form ini, yang harus Anda lakukan adalah meng-klik tombol paling bawah. Dan sampailah Anda ke tempat yang menjadi tujuan, yaitu form untuk mengisi nomor KTP atau NIK Anda. Ikuti langkah-langkahnya.

Form cek daftar penerima BPUM

Setelah Anda mengisi form dengan benar, maka Anda akan segera mendapat notifkasi apakah NIK Anda masuk daftar penerima BPUM atau tidak. Lihat tampilan berikut ini:

Status NIK penerima BPUM

Bagi yang NIK-nya masuk syarat daftar penerima BPUM notifikasi dengan warna latar hijau akan muncul. Tetapi jika NIK tidak terdaftar maka notifikasi akan berlatar warna merah.

Untuk versi video tentang cara cek daftar penerima BPUM bisa anda lihat di bagian akhir artikel ini.

Cara pencairan dana BPUM

Jika syarat untuk daftar sebagai penerima BPUM sudah terpenuhi, dan nama anda masuk daiam e-form BRI, sekarang saatnya pencairan dana. Dalam web eform BRI sudah ada petunjuk tentang pencairan dana BPUM tersebut. Di situ disebutkan bahwa penerima dana harus datang ke kantor BRI dengan membawa KTP asli dan fotokopi, kemudian juga harus mengisi formulir verifikasi. Formulir ini bisa Anda dapatkan di Kantor BRI tempat anda akan mencairkan dana BPUM.

Dari pengalaman penulis, pilihlah bank terdekat dari tempat Anda. Tetapi jika bank tersebut terlalu penuh, kemungkinan Anda akan mengantre lama sekali. Lama antrean bisa sampai 1 bulan lho! Agar Anda tidak terlalu lama mengantre, carilah kantor cabang yang lain yang sekiranya tidak begitu penuh. Di tempat yang tidak begitu berjubel pemohonnya, Anda akan segera mendapatkan pencairan dana lebih cepat. Mungkin 1 atau 2 hari dana sudah cair.

Link untuk cek daftar penerima BPUM juga terdapat pada https://banpresbpum.id/.

Demikianlah artikel tentang syarat daftar penerima BPUM. Semoga bernanfaat bagi yang memerlukannya.

Tips belanja online agar aman dan terhindar dari penipuan

Adakah manfaat membaca artikel tentang tips belanja online agar aman terhindar dari penipuan? Tentu bermanfaat sekali.

Seperti contohnya kita menjadi lebih cermat memilih kepada siapa kita akan membelanjakan uang kita. Agar kita terhindar dari penipuan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Marketplace tempat belanja online

Beberapa tips belanja online yang harus kita perhatikan saat belanja online

3 tips belanja online agar aman dan terhindar dari penipuan hendaknya perlu anda ketahui sebagaimana di bawah ini

1. Belanja online di marketplace agar aman.

Seperti kita ketahui bahwa marketplace adalah tempat di mana berkumpul orang menawarkan dagangannya secara online. Tentang marketplace mungkin kita akan membahasnya secara khusus di kesempatan yang lain.

Kalau Anda belanja melalui marketplace ternama seperti Bukalapak, Shopee, Tokopedia, kemungkinan untuk Anda tertipu sangat kecil. Karena dari pihak marketplace yang bersangkutan telah membuat proteksi di sistemnya agar tidak terjadi kasus-kasus penipuan, baik itu penipuan dari pihak penjual maupun pembeli.

Jika terjadi ketidak sesuaian antara pesanan Anda dengan barang yang anda terima, Anda bisa mengajukan komplain ke pihak penjual. Yang sering terjadi meski kita belanja di marketplace ternama adalah terkadang mutu barang yang kita terima tidak sesuai ekspektasi. Seperti contohnya, pakaian yang ternyata jahitannya tidak bagus.

Yang rawan terhadap penipuan adalah marketplace yang tidak menyediakan perlindungan terhadap konsumen maupun penjual yang menjadi membernya. Jadi peran dari marketplace tersebut hanya terbatas sebagai penghubung antara pembeli dan penjual.

Berbeda dengan marketplace yang telah kita bahas sebelumya, marketplace sejenis ini sama sekali tidak bertanggung jawab terhadap transaksi yang terjadi. Sehingga jika terjadi kasus penipuan, pihak korban tidak bisa berbuat banyak.

Untuk itu, sangatlah bijaksana jika Anda tidak melakukan transaksi di tempat yang sangat beresiko akan terjadinya penipuan.

2. Belanja aman melalui blog atau website pribadi

Ini menarik untuk kita bahas.

Sebenarnya sih sah-sah saja orang membuat website untuk jualan. Jadi mohon kepada Anda untuk tidak buru-buru berprasangka buruk tatkala menjumpai website atau blog yang menawarkan produknya. Yakinlah kalau banyak dari mereka yang benar-benar tulus dan jujur dalam menjual pruduknya.

Hanya saja memang ada dari segelintir oknum yang memanfaatkan sutu keadaan, sehingga dia menyalah gunakan kepercayaan yang ada padanya.

Yang sangat membutuhkan kewaspadaan kita dalam melakukan transaksi di web atau blog pribadi adalah:

  • Perhatikan jenis domainnya. Penjual yang menggunakan domain gratisan layak untuk menjadi perhatian. Untuk bisa mengerti seperti apa domain gratisan, Anda harus punya pengetahuan tentang apa itu domain. Jika anda belum punya pengetahuan tentang itu, Anda bisa mencarinya di blog ini atau di Google.
  • Lihat di bagian testimoni. Jika kolom testimoni belum atau tidak ada, maka lebih baik jangan bertransaksi dulu, kecuali jika Anda ingin menjadi pembeli yang pertama dengan bersiap terhadap semua resiko yang mungkin akan anda tanggung.
  • Baca profil dari pemilik blog. Penjual yang benar-benar jujur akan memberikan informasi yang sedetail mungkin tentang identitas dirinya, alamat, kontak dan lain sebagainya. Dan sedapat mungkin Anda harus mengkonfirmasi kebenaran identitas dari sang pemilik web atau blog tersebut.

3. Belanja di website toko atau perusahaan

Belanja di website toko atau perusahaan termasuk dalam kategori belanja aman. Tapi meski demikian, Anda sebaiknya melakukan kontak dengan adminnya terlebih dahulu. Hal itu semata untuk meyakinkan diri Anda sendiri apakah pengelolaan website tersebut masi aktif apa tidak.

Demikianlah tips-tips belanja online agar aman dan terhindar dari penipuan, semoga uraian di atas dapat membantu Anda semua.

Kembali ke Atas
Open chat
Butuh bantuan?
Silahkan kontak kami jika ada yang ingin Anda tanyakan